Kenapa Penduduk IKN Dibatasi? Diproyeksikan Jadi Loveable City

Kenapa Penduduk IKN Dibatasi? Diproyeksikan Jadi Loveable City

Agustus 23, 2024 Off By usrgelora

Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono, menyampaikan bahwa pada tahun 2045, jumlah penduduk di IKN akan dibatasi hingga 2 juta orang. Pembatasan ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan kota agar tidak mengalami kelebihan populasi, sehingga diharapkan warganya dapat hidup dengan lebih bahagia.

“Yang menarik, ini (luas IKN) 4 kali luas Jakarta tapi penduduknya paling 2 juta. Kenapa? Kita enggak mau mengulangi apa yang terjadi kota-kota di Indonesia yang over capacity. Over dari kapasitas lingkungan dan sumber daya yang ada untuk memenuhi hidup yang baik,” ucap Bambang ketika seminar Masa Depan Pasca IKN pada Februari lalu.

IKN Diproyeksikan Jadi Kota Layak Huni seperti Finlandia

Salah satu tujuan Badan Otorita adalah menjadikan IKN sebagai kota yang nyaman untuk ditinggali dan disukai oleh penduduknya. Untuk mencapai hal tersebut, Badan Otorita mengambil inspirasi dari Finlandia, negara dengan penduduk yang paling bahagia.

“IKN akan jadi lifeable, kota yang layak huni dan loveable city, kota yang dicintai. Untuk jadi loveable city kita sampai belajar ke Finland. Kenapa Finlandia? Karena Finlandia negara ter-happy di dunia,” ujar Bambang.

Bambang membandingkan situasi di Jakarta dengan Finlandia, menyebutkan bahwa indeks polusi udara di Finlandia hanya mencapai 30, sementara di Jakarta bisa mencapai sekitar 160. Ia juga menambahkan bahwa di Finlandia, orang bisa berjalan kaki ke mana saja dalam waktu 10 menit karena tata kota yang dirancang dengan baik.

“Polusi rendah, airnya bisa diminum, koneksi internetnya kelas dunia dan sebagainya. Jadi ketika saya tanya teman-teman milenial, gen Z mereka senang banget,” tutur Bambang.

Bambang juga memberikan gambaran tentang IKN pada tahun 2045, di mana nantinya akan terdapat taksi terbang, robot-robot yang bertugas memantau perkembangan kota dan memenuhi kebutuhan logistik, kendaraan listrik, hingga transportasi umum yang beroperasi tanpa pengemudi.

“Semua (masih) prove of concept (POV), yaitu testing teknologi di lapangan,” pungkasnya.

Pertumbuhan Penduduk di IKN Tidak Dibatasi 2 Juta

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Badan Otorita IKN, Agung Wicaksono, menegaskan bahwa pertumbuhan penduduk di IKN tidak akan dibatasi hanya sampai 2 juta orang. Menurut Agung, IKN dirancang sebagai kota inklusif, sehingga pemerintah tidak akan memberlakukan pembatasan terhadap peningkatan jumlah penduduk seiring dengan perkembangan kota.

“Bukan dibatasi, tapi itu adalah proyeksi pertumbuhan penduduk sampai dengan 2045. Itu sekitar 2 juta orang, jadi bukan untuk dibatasi tapi proyeksi pertumbuhan populasinya,” ucap Agung saat ditemui di area perkantoran Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (19/2/2024).

Agung menegaskan bahwa IKN bukan hanya kota bagi ASN dan pemerintah saja. Namun di tahap awal, sebagian besar populasi IKN memang akan terdiri dari ASN yang dipindahkan. Sebagai bentuk nyata dari komitmen pemerintah menjadikan IKN kota inklusif, salah satu upaya yang dilakukan adalah revitalisasi SD Negeri 20 Sepaku yang juga diperuntukkan bagi masyarakat lokal.

Selain itu, Agung juga menekankan bahwa 2 juta penduduk adalah jumlah yang signifikan. Oleh karena itu, anggapan bahwa populasi di IKN akan dibatasi dan menjadi eksklusif tidaklah benar. Untuk memberikan perspektif, Agung menjelaskan bahwa populasi 2 juta orang di IKN akan setara dengan jumlah penduduk Bekasi saat ini.

“2 juta [orang] itu bukan sedikit, 2 juta itu Bekasi lho. Bekasi yang orang sering bilang ini planet nih. Tapi enggak, bekasi tuh tata surya sendiri. Saya dulu tinggalnya berkantornya di Bekasi juga. Jadi, potensinya besar sekali Nusantara itu,” pungkasnya.

Demikianlah ulasan mengenai kenapa penduduk IKN dibatasi. Sebenarnya proyeksi pertumbuhan penduduk di IKN nantinya tidak dibatasi hanya 2 juta saja. Pemerintah tidak akan melakukan pembatasan penduduk seiring dengan pertumbuhan kota disana.